Senin, 15 November 2010

Terjadinya kiamat menurut islam

Beriman kepada hari qiyamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam.
Tanpa beriman kepada hari qiyamat, iman seseorang tidak akan diterima.
Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha qadar dariNya.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
"...Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (qiyamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
(An-Nisaa':136).
Mengenai kepastian adanya Hari Qiyamat itu sendiri Allah menegaskan dalam firman-firmanNya, diantaranya:
"Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan , kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."
(At-Taghabun/ 64:7).
Allah subhannahu wa ta'ala berfirman pula, yang artinya:
"...serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (qiyamat) tidak ada keraguan padanya.
Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka."
(As-Syura/ 42:7)
Dan firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang artinya:
"Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."
(An-Naml/ 27:82).
Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang artinya:
"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari qiyamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir."
(Al-Anbiyaa': 96-97).
Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang artinya:
"Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
Maka pada hari itu terjadilah qiyamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.
Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung 'Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: Ambillah, bacalah kitabmu (ini).
Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) terhadap diriku.
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi.
Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan):
Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:
Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
Telah hilang kekuasaan dariku. (Allah berfirman):
Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin."
(Al-Haaqqah/ 69:13-34).
Masih banyak ayat-ayat lain di dalam Al-Qur'an yang menegaskan tentang hari qiyamat.
Tanda-tanda qiyamat
Adapun tanda-tanda qiyamat,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan dengan beberapa haditsnya.
Diantaranya:
"Sesungguhnya qiyamat itu tidak akan terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda qiyamat, yaitu tenggelam di Timur, tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya'juj dan Ma'juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa."
(Hadits Riwayat Muslim).
Penjelasan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam sabdanya yang lain:
"Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya.
Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun.
Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen).
Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya.
Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya.
Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa'), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.
Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata:
Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan.
Kemudian ditiuplah sangkakala.
Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya.
Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya.
Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia.
Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis.
Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya).
Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu.
Lalu dikatakan kepada mereka:
Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya.
Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah?
Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang.
Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari Qiyamat yang menggambar kan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara Qiyamat)."
(Hadits Riwayat Muslim).
Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika berkhutbah:
"Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup (tidak dikhitan).
Ingatlah bahwa orang yang mula-mula diberi pakaian adalah Ibrahim AS.
Ingatlah bahwa nanti ada di antara umatku yang didudukkan di sebelah kiri.
Ketika itu aku berkata: Ya Tuhan, (mereka itu adalah) sahabatku.
Lalu Tuhan berkata: Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sesudah kamu (wafat)."
(HR Muslim).
Pertanggung jawaban.
Mengenai pertanggungan jawab perbuatan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Pada hari Qiyamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan."
(HR Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim).
Tentang dahsyatnya keadaan Qiyamat sampai manusia tak ingat pada lainnya, adapun penjelasannya:
"Dari Aisyah , Bahwa ia teringat Neraka lalu menangis, maka Rasulullah ` bertanya:
Apa yang menyebabkan engkau menangis?
Aisyah menjawab: Aku teringat pada Neraka, hingga aku menangis.
Apakah pada hari Qiyamat kamu akan ingat pada keluargamu?
Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : Adapun di tiga tempat, orang tidak teringat pada yang lainnya, yaitu ketika ditimbang amalnya sebelum dia mengetahui berat ringannya amal kebaikannya.
Ketika buku catatan amalnya berterbangan sebelum dia mengetahui di mana hinggapnya buku itu, di sebelah kanan, kiri, atau di belakangnya.
Dan ketika meniti titian/jembatan (shirath) yang terbentang di punggung neraka Jahannam sebelum dia melaluinya."
(HR Abu Daud, hadits hasan).
Itulah peristiwa Qiyamat yang wajib kita yakini beserta tanda-tandanya.
Semuanya itu merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui, sedang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengkhabarkan itu dari wahyu Allah.
Maka hal-hal yang tak sesuai dengan penjelasan Allah dan RasulNya mesti kita tolak, meskipun datangnya dari orang yang mengaku intelek, pakar, ataupun mengaku telah menyelidiki bertahun- tahun dengan metode yang disebut ilmiah dan canggih.
Sebaliknya, kalau itu datang dari Allah dan RasulNya,
maka wajib kita imani.
Dan beriman kepada Hari Qiyamat itu merupakan halyangtermasuk pokok di dalamIslam seperti tersebut di atas.
Mengingkarinya berarti rusak keimanannya.

Ditemukan bumi baru diluar angkasa

Upaya para ahli untuk menemukan alternatif tempat tinggal baru, seandainya bumi kita sudah terlalu full atau ada kejadian besar yang membuat umat manusia harus eksodus misalnya, masih belum berhenti.

Yang terbaru, sejumlah ahli astronomi dari berbagai institusi mengklaim menemukan planet yang paling layak untuk ditinggali insan manusia. Gliese 581g, nama planet itu, berjarak 195 triliun kilometer dari bumi.

"Kalau dilihat kilometernya, jarak itu memang jauh. Tapi, ditilik dari luasnya jagat raya tersebut, jarak itu begitu dekat. Planet itu ada di depan muka kita, persis di sebelah pintu rumah kita," ujar Steven Vogt, salah seorang penemu dari University of California at Santa Cruz (UCSC).

Kalau manusia bisa membangun kendaraan dengan kecepatan cahaya, planet tersebut bisa ditempuh dalam waktu 200 tahun. Artinya, kalau besok berangkat, yang sampai di sana bisa jadi keturunan keempat kita atau anak cicit kita. "Ini adalah planet Goldilocks pertama yang pernah ditemukan," ungkap Jim Kasting, ahli dari Penn State University, kepada AP, Kamis (30/9).

Goldilocks adalah zona antara planet dan bintang pusat tata surya yang tidak begitu dekat tapi juga tidak begitu jauh. Seperti matahari dengan bumi, misalnya.

Planet pada zona Goldilocks tidak begitu panas dan tidak membeku. Seperti bumi. Hangat. Nah, planet Gliese 581g yang mengitari bintang Gliese 581 juga seperti itu. Jarak planet dengan bintangnya pas.

"Cuaca terdingin memang di bawah nol. Tapi, dengan sinar bintang, itu bisa diatasi dengan baju berkerah biasa," timpal Vogt.

Dengan kondisi tersebut, sangat mungkin planet itu mengandung air. Berarti, juga mengandung atmosfer yang bisa mendukung kehidupan. "Kemungkinan untuk hidup di planet itu 100 persen," ujar Vogt tentang temuan yang dipublikasikan pada National Science

Resep membuat cake kurma

Resep cake kurma ini sangat cocok buat buka bersama bareng kuluarga. Bisa jadi selingan jika sudah bosan dengan resep martabak kurma.
Bahan:
4 kuning telur ayam
4 putih telur ayam
200 g kurma segar, buang bijinya, potong-potong
125 g mentega
100 g margarin
200 g gula pasir halus

Ayak jadi satu:

225 g tepung terigu
1 sdt baking powder
½ sdt soda kue
Cara membuat:
1. Semir loyang bundar 20 cm dengan margarin, taburi sedikit tepung terigu.
2. Kocok mentega dan margarin bersama gula pasir hingga lembut.
3. Tambahkan kuning telur satu per satu sambil kocok rata.
4. Masukkan campuran terigu, aduk hingga rata.
5. Kocok putih telur hingga kaku. Masukkan ke dalam adonan, aduk rata.
6. Tambahkan kurma, aduk rata.
7. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan.
8. Panggang dalam oven panas 180oC selama 45 menit hingga matang.
9. Angkat dan dinginkan.
10.  Cake ini makin enak dimakan setelah 1-2 hari dibuat.
Untuk 16 potong

Resep membuat es Yung Hun

Bahan:

125 gr tepung beras
25 gr tepung kanji
25 gr tepung hunkwee
200 ml air
500 ml air mendidih
1/4 sdt garam
Kuah santan:
350 ml santan kental
1 lbr daun pandan
1/4 sdt garam
Sirup cocopandan

Cara membuat:

1. Campur tepung beras, tepung kanji, tepung hunkwee hingga rata, tuang air, aduk rata.
2. Tuang air mendidih, aduk jangan sampai berbutir, rebus hingga mendidih dan meletup-letup, angkat.
3. Tuang di atas cetakan cendol, beri air dingin bagian bawah, sambil diaduk-aduk hingga keluar cendol bulat panjang. Lakukan hingga adonan habis.
4. Kuah santan: rebus santan bersama daun pandan dan garam, aduk, rebus hingga mendidih, angkat.
5. Susun cendol, es serut, tuang santan dan sirup cocopandan, sajikan.
Untuk 4 gelas

Resep memasak sayur asem

Bahan I:
75 gr kacang panjang, potong 2 cm
75 gr labu siam, potong dadu
1 bh jagung, potong bulat dan potong 2 bagian
50 gr kacang tanah kulit, cuci bersih
75 gr melinjo
50 gr daun melinjo
75 gr nangka muda, potong serasi
3 bh cabai merah, belah 2 bagian dan potong menjadi 2
3 cm lengkuas, memarkan
3 lbr daun salam
75 gr asam muda, kerik, memarkan
1000 ml air
5 sdm gula pasir
3 sdt garam
Bahan II ( Haluskan ):
7 bh bawang merah
3 siung bawang putih
3 bh cabai merah
50 gr kacang tanah
Bahan III (rendam dan aduk ):
25 gr asam jawa
100 ml air panas
Cara Membuat:
1.Rebus air beserta lengkuas, daun salam, asam muda, garam, gula, dan bahan II hingga mendidih.
2.Masukkan semua bahan, masak hingga cukup matangnya.
3.Masukkan bahan III ( airnya saja ), masak hingga matang. Angkat dan hidangkan.
Untuk 6 porsi
Tags:
Resep masakan cina, resep soto lamongan, resep donut, resep masakan daging sapi, resep nasi bebek, resep nasi ulam, resep sambal terasi.